Beranda > Pengalaman Umum > Guru kehilangan pengecam

Guru kehilangan pengecam

Pada suatu ketika adalah seorang ulama yang dihormati orang sebagai seorang yang dekat dengan
Allah. Setiap hari sekelompok orang berdiri didepan pintu rumahnya untuk mencari nasihat,
mengharapkan penyembuhan atau berkat dari orang suci itu. Dan setiap kali ulama itu berbicara, orang orang
itu akan mematuhi ucapannya dan menelan semua kata-katanya.
Namun diantara pendengarnya itu ada orang yang tidak baik yang selalu mencari kesempatan untuk
menentang sang Guru. Ia mencari kelemahan-kelemahan rabbi dan menertawakan kekurangankekurangan
itu. Murid-murid rabbi tidak senang akan dia dan mulai menganggapnya sebagai jelmaan
setan.
Pada suatu hari “setan” itu jatuh sakit dan mati. Semua orang merasa lega. Secara lahiriah mereka
kelihatan berduka cita, akan tetapi dalam hati mereka senang karena kata-kata Guru yang begitu
inspiratif tidak akan diganggu lagi dan tingkah lakunya yang mengandung kecaman tidak akan dikritik
lagi oleh orang yang tidak sopan itu.
Orang-orang terkejut melihat sang Guru tenggelam dalam duka cita sejati yang mendalam pada saat
penguburan. Kemudian ketika ditanya oleh seorang murid apakah ia berduka cita atas nasib kekal
yang mati itu, ia berkata, “Tidak, tidak. Mengapa saya harus berduka cita atas teman kita yang
sekarang ada di surga ? Saya berduka cita untuk diri saya sendiri. Orang itu adalah satu-satunya
kawan saya. Disini saya dikelilingi oleh orang-orang yang menghormati saya. Ia adalah satu-satunya
yang menantang saya. Saya takut sesudah kepergiannya, saya tidak berkembang lagi.” Dan ketika
Guru itu mengucapkan kata-kata ini, ia menangis tersedu-sedu.

===========================================================

dari berbagai sumber ……

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: