Beranda > Pengalaman Umum > Seorang Pencuri yang bernama ARTHUR BARRY

Seorang Pencuri yang bernama ARTHUR BARRY

Pencuri ini bernama Arthur Barry. Dia adalah seorang pencuri yang luar biasa dan spesialisasinya
adalah mencuri perhiasan. Barry mendapat reputasi internasional sebagai salah satu pencuri paling
terkemuka sepanjang masa. Dia bukan hanya seorang pencuri perhiasan yang sukses, dia juga
seorang penilai barang seni. Bahkan dia menjadi orang yang tinggi hati dan tidak bersedia mencuri
dari sembarang orang.
Para “prospek”-nya bukan hanya harus mempunyai uang dan perhiasan untuk bisa memancingnya
berkunjung, tetapi nama mereka juga harus terdaftar di eselon atas masyarakat. Kurang lebih menjadi
lambang status bila mereka dikunjungi dan dirampok oleh “pencuri ksatria” ini. Perasaan ini
menyebabkan kepolisian sangat malu.
Suatu malam, Barry tertangkap ketika sedang merampok dan ditembak tiga kali. Dengan peluru
bersarang di tubuhnya, pecahan kaca di matanya, dan menderita rasa sakit yang luar biasa, dia
membuat pernyataan yang tidak terlalu di luar dugaan, “Saya tidak akan melakukannya lagi.”
Tidak lama setelah dipenjara, dia berhasil meloloskan diri, dan selama tiga tahun berikutnya hidup
bebas di luar penjara. Kemudian seorang wanita yang cemburu melaporkannya dan Barry menjalani
hukuman penjara selama delapan belas tahun. Setelah dibebaskan, Barry memenuhi janjinya. Dia
tidak pernah menjadi pencuri perhiasan lagi. Bahkan dia menetap di sebuah kota kecil di New
England dan menjalani kehidupan sebagai warga teladan. Warga kota setempat menghormatinya dan
menjadikannya ketua organisasi veteran lokal.
Walau demikian, akhirnya bocor berita bahwa Arthur Barry, pencuri permata yang terkenal itu, berada
di tengah-tengah mereka. Wartawan dari seluruh negeri berdatangan ke kota kecil itu untuk
mewawancarainya. Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan dan akhirnya seorang wartawan muda
mendapatkan inti persoalan ketika dia mengajukan pertanyaan yang paling dalam, “Pak Barry,” dia
bertanya, “Anda mencuri dari banyak orang kaya selama tahun-tahun kehidupan Anda sebagai
pencuri, tetapi saya ingin tahu apakah Anda masih ingat siapa yang paling banyak Anda curi?”
Tanpa keraguan sedikitpun, Barry menjawab, “Itu mudah. Dengan bakat dan kepandaian yang saya
miliki, seharusnya saya menjadi usahawan yang sukses, seorang baron di Wall Street, dan warga
masyarakat yang berjasa memberikan banyak sumbangan, tetapi sebaiknya saya memilih kehidupan
sebagai pencuri dan melewatkan dua pertiga masa dewasa saya di balik terali besi penjara. Ya, orang
yang paling banyak saya curi adalah diri saya sendiri!”
Apakah kita adalah “Arthur Barry” yang lain, yang “salah” memanfaatkan bakat dan kemampuan kita
dan menghabiskan sebagian besar masa produktif kita dalam “terali besi” yang kita ciptakan sendiri?

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: