Arsip

Archive for April, 2010

Cara Membersihkan PC

30 April 2010 11 komentar

1. Bersihkan desktop anda – buang semua shortcut dan dokumen yang bertumpuk di desktop anda. Anda dapat menggunakan application launcher seperti Launchy untuk instant keyboard access tanpa danya gangguan.

2. Buanglah Program yang tidak dibutuhkan – buanglah program yang tidak lagi dibutuhkan, dengan uninstallation tool seperti Revo Uninstaller.

3. Bersihkan Start Up, Registry, Cookies, dan lainnya. CCleaner (singkatan dari crap cleaner) adalah PC clean up tool yang dapat digunakan untuk menambah disk space anda dan membuang file-file yang tidak dibutuhkan.

4. Rapihkan “My Documentsâ€� anda – Walaupun file search pada desktop memungkinkan anda untuk mengorganisir folder, sangat baik untuk merapihkan My document anda tanpa membuang banyak usaha.

5. Hapuslah Temporary Internet file secara otomatis – bersihkan download file anda secara otomatis, email attachtment, dan temporary internet file yang lain dengan Windows Janitor Script.

6. Lihatlah isi disk anda, dan buanglah yang tidak perlu. Kehabisan tempat pada hard disk anda, tapi tidak tahu apa yang ada pada computer anda? WinDirStat dapat menjelaskan kepada anda apa saja yang memakan tempat pada disk anda, jadi anda dapat membuangnya tanpa ragu.

7. Temukan dan hapus file yang memiliki duplikat. Jika anda memiliki folder dengan banyak sekali foto dari kamera anda, atau banyak musik yang telah dikopi beberapa kali, atau file yang telah dkerjakan oleh keluarga atau grup anda, besar kemungkinan anda memiliki duplikasi file. Temukan file yang memiliki duplikat dengan menggunakan aplikasi WinMerge.

8. White Out Disk Free Space – Jika anda menghapus data anda dari hard drive, data tersebut mungkin masih ada secara fisik pada disk dan dapat dihidupkan kembali oleh program lain. Untuk menghapus data secara permanen, gunakan aplikasi Eraser.

9. Bersihkan debu yang menempel- Jika anda pernah menjatuhkan makanan keatas keyboard anda, atau kucing peliharaan anda pernah meinggalkan bulunya pada keyboard kesayangan anda, maka anda harus membersihkan debu-debu dan benda-benda lainnya yang bersarang disana.

10. format ulang hard drive, dan install ulang windows anda. Jika semua cara sudah dilakukan dan anda belum merasa puas, jurus yang satu ini adalah yang paling ampuh: format ulang hard drive dan install ulang Windows anda.

dari warnetarsy.blogspot.com

PRINSIP 90/10

30 April 2010 1 komentar

Oleh : STEPHEN COVEY

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?

– 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
– 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Apa maksudnya ?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri
anda.

Contohnya :
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan
hal ini akan  membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat
seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.
Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.
Bagaimana caranya ? …. Dari cara reaksi anda !!
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol
reaksi anda.

Marilah kita lihat contoh dibawah ini :

Kondisi 1
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja
menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram
kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.
Reaksi anda :
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak
anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan
mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.
Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat
ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil
menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis.
Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan
mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan
kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.
Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,-
karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda
secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit..
Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau
tas anda tertinggal di rumah.
Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan
semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.
Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.
Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.
Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah anda penyebabnya ?
Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir
kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab
hari buruk anda.

Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.
Kondisi 2
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda
berkata lembut : “Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.” Anda
ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan
mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat
anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda
kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : “Sampai jumpa
makan malam nanti.”
Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur
staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.
Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?

2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri
dengan
kondisi berbeda.

Mengapa ?
Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi
yang
90% tergantung dari reaksi anda sendiri.
Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang
mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan
serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan
membiarkan
komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda:
kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.

Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan
terlambat
masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ?
Memaki-maki
? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?
Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda
biarkan
kondisi tersebut merusak hari anda ?
Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan
cepat
terselesaikan.

Contoh lain :
– Anda dipecat.
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang
hilang
karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

– Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah
kepada
petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan
terhadap apa
yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan
memperburuk
kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca
buku
yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.

Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas
harian
anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan
hasilnya sangat menakjubkan.

Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat,
cobaan
hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika
kita
mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.

NIKMATILAH HIDUP INI !!

dari berbagai sumber …..

Menangis Untuk Adik Ku

30 April 2010 4 komentar

Enam Kali Aku Menangis Untuk Adik Ku

AKU dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Untuk hidup, orang tuaku bertani. Ia harus membajak tanah kering kuning dengan punggung menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik laki-laki berumur tiga tahun lebih muda usianya dariku.

Di dusun kami, semua anak gadis membawa saputangan. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan aku mencuri uang ayahku lima puluh sen. Ayah segera menyadari uangnya hilang. Akibatnya beliau memaksa adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

“Siapa yang mencuri uang itu?” beliau bertanya sedikit berteriak.

Aku diam terpaku, terlalu takut untuk berkata-kata apalagi mengaku.

Karena ayah tidak mendengar ada yang mengaku, Beliau berkata, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”

Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Sebelum tongkat bambu itu terayun, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang mencurinya!”

Jadilah tongkat bambu panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Karena marahnya sudah memuncak, ia memukul, memukul, memukul, sampai kehabisan nafas.

Setelah itu, Beliau masih juga memarahi adikku, “Kamu sudah belajar mencuri di rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan nanti? Kamu layak

dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku. Meskipun tubuhnya penuh dengan luka pukul, ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Aku mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”

Aku masih terus membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi kejadian tersebut masih terasa seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia delapan tahun. Aku 11 tahun. Ketika adikku lulus SMP dan diterima masuk ke SMA di kabupaten, aku diterima masuk ke sebuah universitas provinsi.

Malam itu, ayah sambil menghisap rokok tembakaunya, batang demi batang, aku mendengarnya berkata kepada ibu, “Kedua anak kita berhasil lulus sekolah. Aku
bangga.”

Ibu mengusap setitik air matanya dan menghela nafas, “Apa gunanya keberhasilan itu? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai sekolah keduanya sekaligus?”

Saat itu juga, adikku berjalan ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, aku tidak mau melanjutkan sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku.”

Ayah mengayunkan tangannya memukul wajah adikku. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu lemah? Saya akan menyekolahkan kalian berdua, meskipun saya mesti
mengemis di jalanan atau harus meminjam uang.”

Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang sedikit membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya,
kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. Aku telah memutuskan untuk tidak akan meneruskan ke universitas.”

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan hanya membawa beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Diam-diam ia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas bertulisan di atas bantalku. “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang,” demikian isi pesan yang ditulis di kertas itu.

Aku memegang kertas dan menangis bercucuran air mata sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun dan aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga di universitas.

Suatu hari, ketika aku sedang belajar di kamarku teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana.”

Ada apa seorang penduduk dusun mencariku?

Aku berjalan keluar dan melihat adikku di kejauhan. Seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku bertanya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman
sekamarku kamu adalah adikku?”

Dia menjawab sambil tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu aku adalah adikmu? Apa mereka tidak akan
menertawakanmu? ”

Aku merasa terharu, air mataku tak terbendung lagi. Aku membersihkan debu-debu yang menempel di wajah dan tubuh adikku, dan sambil tersedak aku berkata, “Aku
tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikan jepitan itu dikepalaku, dan terus menjelaskan, “Aku melihat semua

gadis kota memakainya. Jadi aku pikir Kakak juga harus memiliki satu.”

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan seluruh rumah kelihatan bersih. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, Ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk
membersihkan rumah kita!”

Tetapi kata ibuku sambil tersenyum, “Adikmulah yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka di tangannya? Ia terluka ketika
memasang kaca jendela baru itu.”

Aku masuk ke dalam kamar adikku. Melihat tubuh dan mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada luka tersayat kaca
dan membalutnya. “Sakit?” aku bertanya.

“Tidak, tidak sakit. Kakak tahu, ketika aku bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan di kakiku setiap waktu. Rasa sakit itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ia berhenti karena aku membalikkan tubuhku memunggunginya. Air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Berkali-kali suamiku dan aku mengundang orangtuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.

Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak tahu harus mengerjakan apa. Adikku juga tidak setuju. “Kak, jagalah mertuamu saja. Aku akan menjaga ibu dan ayah di sini.”

Suamiku direktur pabrik. Kami ingin adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan di pabrik itu. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku harus masuk rumah sakit karena tersengat listrik ketika memperbaiki kabel. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, aku menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, lukanya
begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami?”

Dengan wajah serius, ia membela keputusannya, “Pikirkanlah, kakak ipar baru saja jadi direktur, dan aku hampir tidak berpendidikan. Jika aku menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan beredar?”
Mata suamiku berkaca-kaca.

“Tapi… kamu… kurang… pendidikan… juga… karena …aku!” kataku terbata-bata karena sambil menangis tersedu-sedu.
“Mengapa kita membicarakan masa lalu?” tanya adikku sambil menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun kami. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa
yang paling kamu hormati dan kasihi?”
Tanpa berpikir ia menjawab, “Kakakku.”

Ia melanjutkan jawaban itu dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika kami bersekolah di SD yang berada di dusun yang
berbeda, setiap hari kakakku dan aku berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.”
“Suatu hari di musim yang dingin ketika pulang sekolah, aku kehilangan satu dari dua sarung tanganku. Kakakku memberikan kepunyaannya satu. Ia hanya memakai satu saja. Ketika kami tiba di rumah, tangannya gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, aku bersumpah, selama aku masih hidup, aku akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”

Suara tepuk tangan memenuhi ruangan resepsi. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah keluar dari bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.”

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

(Terjemahan bebas dari : “I cried for my brother six times”)

dari berbagai sumber …..

RAHASIA

30 April 2010 Tinggalkan komentar

“RAHASIA_SURRAH_YASSIN_AYAT_58”

Barangsiapa yang membaca YASSIN sepenuhnya dan pada ayat ke 58 surah tersebut

“SALAMUUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM” diulang sebanyak 7 kali untuk 7 niat baik mu,

Insyallah dengan izin yang maha esa dan maha kuasa, semua hajatmu akan dikabulkan.  Jika boleh niatkan sebegini:

1] YA-ALLAH YA-RAHIM , Ampunkan dosa-dosaku dan saudara-maraku

2] YA-ALLAH YA-RAHMAN , Kurniakan aku isteri,suami,anak-anak yang soleh dan
mencintai islam

3] YA-ALLAH YA-RAZZAK , Kurniakan aku rezeki yang berkat,kerja yang baik dan
berjaya didunia dan akhirat.

4] YA-ALLAH YA-JABBAR , Makbulkan hajat penghantar maklumat yang aku dapat ini

5] YA-ALLAH YA-MUTAQABBIR , Jauhkan aku dari sifat khianat dan munafiq dan miskin

6] YA-ALLAH YA-WADUUD , Kurniakan aku dan seluruh umat muhammad yang beriman kesihatan zahir batin

7] YA-ALLAH YA-ZALJALA LIWAL IKRAM, Makbulkanlah semua hajatku, dan redhaikanlah aku…..   AMINnnnn.

Sampaikan dakwah ini kepada sahabat anda seramai 7 orang atau lebih, tiada kerugian bahkan digalakkan. Ikhlaskanlah hatimu menyampaikan dakwah ini kerana Allah.

dari berbagai sumber ….

Tahukah Anda …….

30 April 2010 6 komentar

Pengalaman menerima sebuah email ……

Dear My Friends,

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,

adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk

melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh

seseorang untuk melindunginya?

Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan

adalah :

Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih

yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah

orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah

orang yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan

pengertian anda?

Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan

tersebut dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam

tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara

langsung? Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai

saat anda mengatakannya di hadapan orang tsb? –> setuju!

Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,

keinginan anda tsb pasti dikabulkan?

Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, seperti jatuh

cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan

keyakinan, dan jika anda benar2 tahu, anda akan terkejut dengan

apa yang bisa anda lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda

mencobanya sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh

sesuatu yg saya sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa

menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tsb akan

dikembalikan dua kali lipat.

berikanlah sebuah DOA….

wassalam …

dari berbagai sumber……

Berapa lama Kita dikubur?

30 April 2010 1 komentar

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965”

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia  mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910”

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”
“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa  ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya  naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

dari berbagai sumber ……

SEBUTIR KURMA PENJEGAL DOA

30 April 2010 Tinggalkan komentar

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil
Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua
di dekat mesjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu
bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. 4 Bulan kemudian,
Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat
beribadah pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa
khusuk sekali. Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang
dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya
selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat ya ng satu.
“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4bulan yg lalu ia
memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat
mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini
ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak
diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan
haknya. “Astaghfirullahal adzhim” ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua
penjual kurma.. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah
ditelannya. Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual
kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang
anak muda.
“4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua.
kemana ia sekarang ?” tanya ibrahim.
“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya
berdagang kurma” jawab anak muda itu.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya
meminta penghalalan ?”.
Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu
mendengar kan penuh minat. “Nah, begitulah” kata ibrahim setelah
bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau
menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa
izinnya?”.
“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan
saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas
nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sam a dengan saya.”
“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan,
akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah
mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhra.
Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap
cakap.
“Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir
kurma milik orang lain.”
“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat
penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini
telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih
milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

“Sepertinya kita sudah harus memulai tekat yang bulat untuk menerapkan
yang hak dan yang bathil dalam hidup kitan dan kita juga harus
berhati-hati dalam memasukan memakan ke dalam tubuh kita… apakah   sudah
halal-kah? lebih baik tinggalkan bila ragu-ragu …???

( Hilangkan kebiasaan untuk mencicipi makanan di swalayan atau pasar
tanpa ridho / ijin yang punya, meskipun sebutir kelengkeng , anggur, dsb )

Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.

dari berbagai sumber ….